PPak FEB Unpad memeliki silabus dan kurikulum yang sesuai dengan standar program pendidikan profesi akuntansi.

 

Mata Kuliah

Tujuan Pembelajaran (4 SKS)
Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Menguasai kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan dan standar pelaporan keuangan global sebagai dasar pertimbangan profesional untuk menentukan kebijakan akuntansi yang mencerminkan substansi ekonomi entitas.
  2. Menentukan perlakuan akuntansi yang tepat sesu dengan substansi transaksi untuk menyiapkan laporan keuangan yang relevan dan andal.
  3. Menyiapkan laporan lainnya kepada pihak eksternal yang sesuai dengan standar global.
  4. Mengevaluasi kecukupan laporan korporat.
  5. Menganalisis dampak perubahan standar terhadap entitas bisnis.
  6. Menjelaskan isu-isu yang terkait entitas khusus (sektor publik, nirlaba, dsb).
Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan ketrampilan teknis Ada
Pengembangan ketrampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan ketrampilan menulis Ada
Pengembangan ketrampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan ketrampilan presentasi Ada
Pengembangan ketrampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
Metode Pembelajaran Metode  pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
  1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran.
  2. Diskusi kelas dan membahas kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan dengan dipandu dosen.
  3. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian didisuksikan bersama.
  4. Latihan mengerjakan soal
Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi kelas, sedangkan untuk pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah dengan kombinasi diskusi kelas dan membahas kasus yang diawali dengan presentasi kelompok. Pada bagian akhir setiap pertemuan, akan dilakukan latihan mengerjakan soal. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahan. Tugas Kelompok Peserta didik dibagi menjadi kelompok dengan maksimal 3 (tiga) peserta per kelompok. Seluruh kelompok diwajibkan untuk membuat makalah di setiap pertemuan. Presentasi kelompok akan dilakukan secara bergantian. Sesuai dengan etika profesi, setiap peserta harus berkontribusi dalam menyelesaikan tugas dan tidak diperkenankan melakukan free rider dan plagiarisme. Bobot Penilaian Bobot penilaian adalah sebagai berikut: Kehadiran                                                         5% Partisipasi                                                        15% Presentasi kelompok                             15% Makalah analisis kasus                                     65%     Referensi Buku
  • Association of Chartered Certified Accountants (2002). Corporate Social
Responsibility: Is There A Business Case.
  • Buhr, N. (2007). ‘Histories of and rationales for sustainability reporting’, in Sustainability, Accounting and Accountability eds J. Unerman, J. Bebbington, J. and B O’Dywer, Routledge, London and New York, pp 57-69.
  • Juan, Ng Eng., Wahyuni, Ersa Tri. Panduan Praktis Standar Akuntansi Keuangan, 2nd Salemba Empat (ETW)
  • Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, and Terry D. Warfield (2011). Intermediate Accounting, Vol 1 & 2, IFRS Edition, John Wiley and Sons. (KW)
  • KPMG (2011). Insights Into IFRS, 8th Thomson Reuters and Sweet & Maxwell. (IIFRS)
  • KPMG (2011). KPMG International Survey of Corporate Social Responsibility Reporting. London. (KPMG)
  • Lau, Peter and Nelson Lam (2008). Intermediate Financial Reporting: An IFRS Perspective 1st edition, McGraw-Hill. (LL)
  • Mackenzie, Bruce., Danie Coetsee, Tapiwa Njikizana, Raymond Chamboko, and Blaise Colyvas (2011). Interpretation and Application of International Financial Reporting Standards, John Wiley and Sons. (MC)
  • Nurhayati, Sri dan Wasilah (2010). Akuntansi Syariah di Indonesia, Edisi 2 Revisi. (SNW)
  • Picker, Ruth., Ken Leo, Janice Loftus, Victoria Wise, Kerry Clark, and Keith Alfredson (2012). Applying International Financial Reporting Standards 3rd edition, John Wiley and Sons. (PL)
  • Schilit, Howard. M., Perler, Jeremy (2010). Financial Shenanigans: How to Detect Accounting Gimmicks and Frauds in Financial Reporting, 3rd McGraw-Hill. (HMS) Standar Pelaporan
  • Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (2010).
Accounting, Auditing and Governance Standards. (AAOIFI)
  • Global Reporting Initiative (2013). G4 Sustainability Reporting Guidelines. (SRG)
  • Ikatan Akuntan Indonesia (2012). Standar Akuntansi Keuangan per 1 Juni 2012. (SAK)
  • Ikatan Akuntan Indonesia (2014). Standar Akuntansi Keuangan Syariah per 1 Januari 2014. (SAKS)
  • Ikatan Akuntan Indonesia (2009). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. (SAK ETAP)
  • International Accounting Standards Board (2009). International Financial Reporting Standards. (IFRS)
  • International Federation of Accuntant (2013). Handbook of International Public Sector Accounting Pronouncements. (IPSAP)
  • International Integrated Reporting Council (2013). The International Integrated Reporting Framework. (IIRF)
  • Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Standar Akuntansi Pemerintahan. (SAP)
Peraturan 
  • Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik (KEP-347/2012).
  • Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP431/BL/2012 tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten dan Perusahaan Publik (KEP-431/2012).
  • Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (PP 71/2010).
  • Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU 40/2007).
  • Undang Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UU 8/1995).
          Topik-topik Bahasan Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 4 (empat) SKS dengan lama perkuliahan 200 menit.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1 Overview atas conceptual framework dalam pelaporan keuangan entitas komersial, entitas publik/pemerintah, ETAP, dan entitas berlandaskan syariah  Perbedaan di antara conceptual framework tersebut       SAK: Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan IFRS: The Conceptual Framework for Preparation and Presentation of Financial Statements
SAK ETAP: Konsep dan Prinsip Pervasif
SAP: Kerangka Konseptual      Akuntansi Pemerintahan
IPSAS: The Conceptual Framework for General Purpose Financial Reporting by Public Sector Entities
SAKS: Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah
2 Studi kasus atas penggunaan conceptual framework dalam pelaporan keuangan Kasus:  Transformasi PT Jamsostek ke BPJS Ketenagakerjaan  Pelaporan keuangan rumah sakit badan layanan umum
3  Pelaporan keuangan ETAP dan nirlaba  Perbedaan standar akuntansi untuk ETAP dengan IFRS  Penerapan standar akuntansi untuk ETAP SAK ETAP  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
4 Transaksi berbasis syariah dan pelaporan keuangan syariah:  Jenis-jenis akad  Konsep keuntungan dalam syariah  Transaksi yang dilarang  Kerangka pelaporan syariah  Pelaporan keuangan syariah  Instrumen keuangan syariah    SAKS SNW: 1 – 4 AAOIFI  
5 Kombinasi bisnis dan konsolidasi:  Investasi pada entitas lain (aset keuangan, entitas asosiasi, ventura bersama, dan entitas anak)  Kombinasi bisnis  Kombinasi bisnis entitas sepengendali  Laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri        PSAK: 4, 12, 15, 22, 38 ETW: 1, 3, 25, 28, 36 IIFRS: 2.5, 2.5A, 2.6, 3.5, 3.6, 3.6A, 5.13
6 Pengaruh perubahan kurs valuta asing PSAK: 10
ETW: 21
IIFRS: 2.7
7 Properti investasi, sewa, dan penurunan nilai aset   PSAK: 13, 30, 48 ETW: 17, 32, 36
IIFRS: 3.4, 3.10, 5.1
8 Imbalan kerja PSAK: 24
  ETW: 19
IIFRS: 4.4
9 Pendapatan, kebijakan dan estimasi akuntansi dan kesalahan, dan pajak penghasilan    PSAK: 23, 25, 46 ETW: 15, 18 IIFRS: 2.8, 3.13, 4.2
10 dan 11 Instrumen keuangan:  Pengakuan dan pengukuran  Penyajian  Pengungkapan    PSAK: 50, 55, 60 ETW, 7, 35 IIFRS: 7
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
12 Analisis laporan keuangan, kinerja, dan kepatuhan atas entitas komersial, nirlaba, dan ETAP HMS  
13 Analisis laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah SAP
14 Pelaporan        berkelanjutan   dan             pelaporan terintegrasi    GRI  Buhr  CSR  KPMG  IIRF
Tujuan Pembelajaran (3 SKS)
  Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Memahami dan menganalisis lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang bisnis korporat.
  2. Memahami dan menganalisis lingkungan internal korporat untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan korporat.
  3. Mengevaluasi struktur dan proses bisnis organisasi dalam memfasilitasi implementasi strategi.
  4. Mengevaluasi dan      memberi          masukan          strategi            dan      keputusan        bisnis   serta implementasinya.
  5. Memahami konsep kepemimpinan dan peranan kepemimpinan dalam formulasi dan implementasi strategi.
Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan keterampilan teknis Tidak ada
Pengembangan keterampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan keterampilan mengelola waktu Ada
Pengembangan keterampilan menulis Ada
Pengembangan keterampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan keterampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
          Metode Pembelajaran   Metode  pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
  1. Ceramah: Fasilitator                    menyampaikan            ide-ide             pokok dari      suatu    topik pembelajaran.
  2. Diskusi kelas: Dengan di fasilitasi dosen, peserta berdiskusi dengan peer-nya. Proses diskusi diawali dengan ceramah singkat dari fasilitator.
  3. Pembahasan kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan dengan dipandu dosen.
  4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian didiskusikan bersama.
Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi kelas, sedangkan untuk pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah sebagai berikut: Sesi pertama (75 menit) merupakan ceramah dan diskusi kelas dan sesi kedua (75 menit) merupakan pembahasan kasus atau presentasi kelompok serta diskusi kelas. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahan.   Tugas Kelompok  
  1. Pembuatan Makalah Analisis Kasus
Setiap kelompok bertugas membuat makalah yang membahas dan mengulas kasus - kasus yang akan didiskusikan di kelas. Pembahasan dikaitkan dengan topik yang akan didiskusikan di kelas. Makalah dikumpulkan pada pertemuan yang membahas kasus tersebut.
  1. Presentasi Kelompok
Pada pertemuan 2 dan selanjutnya, satu kelompok melakukan presentasi atas hasil analisis kasusyang telah dibuat.
  1. Pembuatan Makalah Akhir
Setiap kelompok membuat makalah yang secara komprehensif menganalisis dan mengevaluasi strategi perusahaan terbuka berdasarkan topik-topik yang telah dibahas.  Kelompok dapat melengkapi analisis dengan menggunakan referensi Manajemen Stratejik yang lain.Kelompok dapat memilih perusahaan yang akan dievaluasi dan laporan akan dikumpulkan pada pertemuan ke-14. Sesuai dengan etika profesi, setiap peserta harus berkontribusi dalam menyelesaikan tugas dan tidak diperkenankan melakukan free rider dan plagiarisme.  Setiap kelompok beranggotakan maksimal 3 (tiga) peserta.   Bobot Penilaian   Bobot penilaian adalah sebagai berikut:
Kehadiran 5%
Partisipasi 20%
PresentasiKelompok 10%
Makalah Analisis Kasus 40%
Makalah Akhir Evaluasi Strategi Perusahaan 25%
  Referensi  
  • Anthony E. Henry (2011). Understanding Strategic Management. Oxford University Press, 2nd (AH)
  • Robert Kreitner and Angelo Kinicki (2010). Organizational Behavior. Mc Graw-Hill, 9th (KK)
  • Arthur Thompson, Margaret Peteraf, John Gamble, A. J. Strickland III (2012). Crafting and Executing Strategy. Mc Graw Hill, 18th (TPGS)
                  Topik-topik Bahasan   Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 3 (tiga) SKS dengan lama perkuliahan 150 menit.  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1 Pengantar. 1.        Apa yang dimaksud dengan strategi? 2.        Hubungan antara strategi perusahaan dan model bisnisnya 3.        Apa yang membuat  strategi pemenang? 4.        Mengapa penyusunan dan pelaksanaan strategi merupakan hal penting? TPGS, Ch.  1  
2 Pemetaan arah perusahaan: visi dan misi, tujuan, dan strategi. 1.        Apa implikasi dari proses penyusunan dan pelaksanaan strategi. 2.        Tahap 1: Pengembangan visi, misi, dan nilai inti. 3.        Tahap 2: Penetapan tujuan. 4.        Tahap 3: Penyusunan strategi. 5.        Tahap 4: Pelaksanaan strategi. 6.        Tahap 5: Evaluasi kinerja dan inisiasi penyesuaian korektif.   Kasus: Whole Foods Market in 2008: Vision, Core Values, and Strategy (Arthur A. Thompson, The University of Alabama) TPGS, Ch.  2
3 Evaluasi lingkungan eksternal perusahaan 1.        Komponen stratejik yang relevan terhadap lingkungan makro perusahaan. 2.        Berpikir stratejik mengenai industri dan lingkungan kompetitif perusahaan. a.         Apakah industri  memberi peluang yang menarik untuk tumbuh. b.        Jenis kekuatan kompetisi yang dihadapi oleh industri.  TPGS, Ch.  3  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
c.         Faktor yang mendorong perubahan industri dan dampaknya. d.        Bagaimana posisi persaingan di industri? e.         Apa langkah stratejik yang akan dilakukan oleh pesaing? f.         Faktor kunci keberhasilan kompetisi masa depan. g.        Apakah industri  memberikan prospek laba yang bagus?   Kasus: Competition in Energy Drinks, Sports Drinks, and Vitamin-Enhanced Beverages (John E. Gamble, University of South Alabama)
4 Evaluasi sumber daya, kapabilitas, dan daya saing. 1.        Seberapa baik strategi perusahaan saat ini? 2.        Apa sumber daya dan kapabilitas perusahaan yang penting untuk bersaing? 3.        Apakah perusahaan mampu merebut peluang pasar dan meniadakan ancaman eksternal? 4.        Apakah harga dan biaya perusahaan kompetitif dengan pesaing utama, dan apakah mempunyai daya tarik bagi pelanggan? 5.        Apakah daya saing perusahaan lebih kuat atau lebih lemah dari pesaing utama?   Kasus: Panera Bread Company (Arthur A. Thompson, The University of Alabama) TPGS, Ch.  4
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
5 Strategi kompetitif generik. 1.        Strategi kompetitif generik. 2.        Strategi biaya murah. 3.        Stategi diferensiasi. 4.        Strategi fokus (atau pasar khusus). 5.        Strategi biaya terbaik. 6.        Ringkasan perbandingan fitur lima strategi kompetitif generik.   Kasus: Nintendo’s Strategy in 2009: The Ongoing Battle with Microsoft and Sony (Lou   Marino             &         Sally    Sarrett,            The University of Alabama) TPGS, Ch.  5
6 Penguatan       posisi   kompetitif:      langkah stratejik, waktu, dan  lingkup operasi. 1.        Pilihan stratejik untuk meningkatkan posisi pasar (stratejik ofensif). 2.        Melindungi         posisi   pasar    dan keunggulan         kompetitif     (stratejik defensif). 3.        Waktu penentuan stratejik ofensif dan defensif. 4.        Memperkuat posisi pasar melalui  lingkup operasi. 5.        Strategi merger dan akuisisi horizontal. 6.        Strategi integrasi vertikal. 7.        Strategi alih daya: mempersempit lingkup operasi. 8.        Aliansi stratejik dan kemitraan.   Kasus: Loblaw Companies Limited: Preparing for Wal-Mart Supercenters (Kenneth G. Hardy & Veronika Papyrina, University of Western Ontario) TPGS, Ch.  6
7 Strategi bersaing di pasar internasional: 1.        Mengapa perusahaan memutuskan untuk masuk di pasar luar negeri? 2.        Mengapa             persaingan       lintas     negara TPGS, Ch.  7  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
membuat penyusunan strategi lebih kompleks? 3.        Konsep persaingan multidomestik dan persaingan global 4.        Pilihan stratejik untuk masuk dan bersaing di pasar internasional 5.        Bersaing secara internasional: tiga pendekatan stratejik utama 6.        Strategi bersaing di negara berkembang  7. Bertahan melawan raksasa global: Strategi untuk perusahaan lokal di negara berkembang   Kasus: Corona Beer: Challenges of International Expansion (Ashok Som, ESSEC Business School)
8 Strategi            korporat:          diversifikasi             dan multibisnis. 1.        Kapan untuk diversifikasi. 2.        Membangun nilai pemegang saham: alasan utama untuk diversifikasi. 3.        Strategi untuk memasuki bisnis baru. 4.        Memilih jalur diversifikasi: bisnis berkaitan dan tidak berkaitan. 5.        Kesesuaian stratejik dan diversifikasi dalam bisnis berkaitan. 6.        Diversifikasi        dalam bisnis   tidak berkaitan. 7.        Kombinasi dari strategi diversifikasi bisnis berkaitan dan tidak berkaitan. 8.        Evaluasi strategi            perusahaan terdiversifikasi.   Kasus: PepsiCo’s Diversification Strategy in 2008 (John E. Gamble, University of South Alabama) TPGS, Ch.  8  
9 Etika, tanggung jawab sosial korporat, keberlanjutan lingkungan, dan strategi TPGS, Ch.  9
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1.        Apa yang dimaksud dengan etika bisnis? 2.        Bagaimana dan mengapa standar etika berdampak terhadap penyusunan dan pelaksanaan strategi. 3.        Apa pemicu dari strategi dan perilaku bisnis yang tidak etis? 4.        Mengapa strategi perusahaan harus beretika? 5.        Strategi, tanggung jawab sosial korporat, dan keberlanjutan lingkungan.   Kasus: Detecting Unethical Practices at Suppliers Factories: The Monitoring and Compliance     Challenges      (Arthur             A. Thompson, The University of Alabama)
10 Membangun organisasi yang mampu melaksanakan strategi dengan baik: sumber daya manusia, kemampuan, dan struktur. 1.        Kerangka            kerja    untuk     pelaksanaan strategi. 2.        Membangun organisasi yang mampu melaksanakan strategi dengan baik. 3.        Penempatan sumber daya manusia dalam organisasi. 4.        Membangun dan memperkuat kompetensi inti dan kemampuan kompetitif. 5.        Mengatur pekerjaan dengan struktur organisasi yang mendukung.   Kasus: Robin Hood (Joseph Lampel, New York University) TPGS, Ch.  9
11 Mengelola operasi internal: tindakan yang mendorong pelaksanaan strategi. 1.        Mengalokasikan sumber daya untuk pelaksanaan strategi. 2.        Menetapkan kebijakan dan prosedur TPGS, Ch.  11
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
untuk       memfasilitasi   pelaksanaan strategi. 3.        Menggunakan perangkat manajemen proses untuk perbaikan berkesinambungan. 4.        Menempatkan     sistem operasi     dan informasi. 5.        Mengaitkan imbalan dan insentif dalam pelaksanaan strategi.  
12 Budaya perusahaan dan  kepemimpinan: kunci pelaksanaan strategi. 1.        Menanamkan budaya perusahaan yang mendorong   pelaksanaan strategi. 2.        Memimpin proses pelaksanaan strategi. 3.        Kata akhir dalam memimpin proses penyusunan dan pelaksanaan strategi.   Kasus: Southwest Airlines in 2008: Culture, Values, and Operating Practices (Arthur A. Thompson & John E. Gamble, University of South Alabama) TPGS, Ch.  12
13 Kepemimpinan stratejik. 1.        Kepemimpinan dan manajemen. 2.        Memimpin secara paradoks. AH, Ch.  11
14 Perubahan stratejik dan organisasi. 1.        Kekuatan eksternal dan internal yang menyebabkan perubahan. 2.        Memimpin perubahan organisasi. KK, Ch. 18
 
Tujuan Pembelajaran (3 SKS)  
Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Memahami konsep etika bisnis dan etika profesi akuntan profesional.
  2. Mengidentifikasikan isu-isu etika individu dan organisasi.
  3. Mengevaluasi iklim etika organisasi.
  4. Mengambil keputusan secara etis.
  5. Menjalankan perannya sebagai akuntan profesional untuk menegakkan tata kelola yang baik.
  6. Memahami prinsip-prinsip tata kelola korporat yang berlaku global.
  7. Memahami manfaat dari praktek tata kelola korporat yang baik
  8. Menganalisis dan mengevaluasi praktik tata kelola korporat.
  9. Memahami prinsip-prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan korporat yang berlaku global.
  10. Menganalisis dan mengevaluasi praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan korporat.
  11. Memberikan rekomendasi perbaikan tata kelola dan tanggung jawab korporat.
Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan keterampilan teknis Tidak ada
Pengembangan keterampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan keterampilan mengelola waktu Ada
Pengembangan keterampilan menulis Ada
Pengembangan keterampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan keterampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
      Metode Pembelajaran   Metode  pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
  1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran.
  2. Diskusi kelas: Dengan difasilitasi dosen, peserta berdiskusi dengan peer-nya. Proses diskusi diawali dengan ceramah singkat dari fasilitator.
  3. Pembahasan kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan dengan dipandu dosen.
  4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian didisuksikan bersama.
Metode pembelajaran ada pertemuan pertama adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi kelas, sedangkan untuk pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah sebagai berikut: Sesi pertama (kurang lebih 75 menit) merupakan diskusi kelas diselingi ceramah dan sesi kedua (kurang lebih 75 menit) merupakan pembahasan kasus atau presentasi kelompok serta diskusi kelas. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahan. Pembahasan kasus perusahaan mencakup kasus yang terkait dengan etika (5 kasus) dan tata kelola (3 kasus). Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok secara bergiliran akan menyajikan hasil penilaian mereka terhadap implementasi salah satu prinsip OECD atas suatu perusahaan terbuka di Indonesia.   Tugas Kelompok  
  1. Pembuatan laporan/makalah:
    1. Setiap kelompok bertugas membuat makalah yang membahas dan mengulas 8 kasus yang akan didiskusikan di kelas. Pembahasan dikaitkan dengan topik yang akan didiskusikan di kelas. Makalah dikumpulkan pada pertemuan yang membahas kasus tersebut.
    2. Setiap kelompok bertugas membuat 1 laporan yang secara komprehensif menganalisis dan mengevaluasi praktek CG suatu perusahaan terbuka berdasarkan prinsip CG OECD dengan menggunakan instrumen ASEAN Corporate Governance Scorecard. Selain menggunakan Scorecard, kelompok dapat melengkapi dengan instrumen penilaian CG lainnya. Kelompok dapat memilih perusahaan yang akan dinilai dan laporan dikumpulkan pada pertemuan ke-14.
Penilaian laporan didasarkan pada: keakuratan dan kedalaman analisis dan evaluasi serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  1. Presentasi kelompok
Pada pertemuan 8, 10, 11, 13, 14 tiap kelompok secara bergiliran melakukan presentasi atas hasil evaluasi praktek CG dari satu prinsip corporate governance OECD di satu perusahaan terbuka di Indonesia (PT Aneka Tambang Tbk) dengan menggunakan informasi publik yang tersedia (laporan tahunan, website, press release, berita di media, dst) dan ASEAN CG Scorecard Template.   Tugas Individu   Penugasan harian: Untuk 4 pertemuan pertama (topik Etika Profesi), peserta diberi tugas harian yang berupa refleksi hasil observasi, pengamatan dan pengalaman hidup, yang bertujuan untuk meningkatkan kepekaan etika. Laporan yang merangkum tugas harian tersebut dikumpulkan pada minggu 2, 3, 4, dan 5 perkuliahan.   Sesuai dengan etika profesi, setiap peserta harus berkontribusi dalam menyelesaikan tugas dan tidak diperkenankan melakukan free rider dan plagiarisme.   Bobot Penilaian   Bobot penilaian adalah sebagai berikut:
Kehadiran 5%
Partisipasi 10%
Presentasi kelompok 10%
Delapan makalah kasus 40%
Laporan refleksi etika 10%
Makalah evaluasi praktik CG 25%
      Referensi  
  1. Etika Profesi
Buku  
  • Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics for Directors, Executives and Accountants. South-Western College Publishing, 6th (BD)
  • Ronald F. Duska, B.S. Duska, J. Ragatz (2011). Accounting Ethics. Blackwell Publishing, 2nd (DDR)
  Kode Etik 
  • Badan Pemeriksa Keuangan RI. Kode Etik Pemeriksa Keuangan Negara. (BPK)
  • Badan Pengawaan Keuangan dan Pembangunan. Kode Etik Internal Auditor. (BPKP)
  • Ikatan Akuntan Indonesia. Kode Etik Akuntan Profesional. (IAI)
  • International Federation of Accountants (2011). Competent and Versatile: How Professional Accountants in Business Drive Sustainable Organizational Success. (IFAC 2011)
  • International Federation of Accountants (2013). Handbook of the Code of Ethics for Professional Accountants. (IFAC 2013)
  • Institut Akuntan Publik Indonesia. Kode Etik Profesi Akuntan Publik. (IAPI)
  Artikel
  • Ethical Dilemmas Case Studies:Professional Accountants in Business.
http://www.icaew.com/~/media/Files/Technical/Ethics/ethical-case-studies/ccabegcase-studies-accountants-business.pdf
  • Ethical Dilemmas Case Studies:Professional Accountants Working as NonExecutive Directors. http://www.icaew.com/~/media/Files/Technical/Ethics/ethicalcase-studies/ccabeg-case-studies-accountants-as-neds.pdf
  • Harvard Business Review (2011). “Spotlight on the Good Company: Why Don’t We Try to Be India’s Most Respected Company?”
  • Max H. Bazerman, George Loweinstein, and Don A. Moore (2002), “Why Good Accountants do Bad Audits”. Harvard Business Review November 2002.
  • Michael Jensen.”Integrity: Without It Nothing Works”. Rotman Magazine Fall 2009.
      Video The Corporation (2003), sutradara Jennifer Abbott & Mark Achbar, produser Mark Achbar & Bart Simpson, produksi Big Picture Media Corporation.  
  1. Tata Kelola korporat
  Buku dan Laporan
  • ACMF-ADB. ASEAN Corporate Governance Scorecard: Country Report and
Assessments 2012-2013. http://www.adb.org/publications/asean-corporate-governancescorecard-country-reports-and-assessments-2012-2013
  • Ikatan Komite Audit Indonesia – PWC Indonesia (2013) Manual Komite Audit.
  • KPMG (2008). Internal Audit’s Role in Effective Corporate Governance.
http://www.kpmg.com/AU/en/IssuesAndInsights/ArticlesPublications/Documents/Inter nal-audit's-role-in-effective-corporate-governance.pdf
  • OECD (2009). Guide for Fighting Abusive Related Party Transactions in Asia.
http://www.oecd.org/daf/ca/corporategovernanceprinciples/43626507.pdf
  • Rezaee, Zabihollah (2009) Corporate Governance and Ethics, John Wiley. (ZR)
  • World Bank (2010) Report on Observance Standards and Codes: Corporate
Governance       Country           Assessment:     Indonesia. http://www.worldbank.org/ifa/rosc_cg_idn_2010.pdf    dan http://www.worldbank.org/ifa/rosc_cg_idn_annex.pdf   Artikel
  • Claessens et al. (2002) The Separation of Ownership and Control in East Asian Corporations. Journal of Financial Economics 58, 81-112.
  • Gwilliam dan Marnet (2007). Audit within the Corporate Governance Paradigm. http://www.st-andrews.ac.uk/business/ecas/7/papers/ECAS-GwilliamMarnet.pdf
  • Utama, S. (2010). An evaluation of support infrastructures on corporate responsibility reporting in Indonesia. Asia Business & Management Vol 10 No. 3, 405-424.
        Aturan, Pedoman, dan Instrumen
  • Aturan-aturan yang terkait dengan corporate governance, yaitu UU Perseroan RI, UU Pasar Modal, dan berbagai aturan OJK/BEI. Undang-Undang dan aturan tersebut dapat diunduh dari Internet dan situs OJK/Bapepam-LK.
  • ASEAN Corporate Governance Scorecard Template,
www.theacmf.org/ACMF/upload/asean_cg_scorecard.pdf
  • Global Reporting Initiative. Sustainability Reporting Guideline,
https://www.globalreporting.org/resourcelibrary/GRIG4-Part1-Reporting-Principles-andStandard-Disclosures.pdf
  • Komite Nasional Kebijakan Governance (2006). Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia.
 http://www.ecgi.org/codes/documents/indonesia_cg_2006_id.pdf
  • Organization for Economic Cooperation and Development (2004) OECD Principles of Corporate Governance.
http://www.oecd.org/corporate/ca/corporategovernanceprinciples/31557724.pdf                                   Topik-topik Bahasan   Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 3 (tiga) SKS dengan lama perkuliahan 150 menit.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
1 Pengantar. 1.          Akuntansi sebagai profesi 2.          Etika dan etika profesi   DDR Ch. 2 & Ch. 4.  IFAC (2011).
2 Teori etika dan pengambilan keputusan beretika. 1.        Teori etika i.          Egoisme. ii. Utilitarianisme. iii.                   Deontologi. iv.                   Teori keadilan. v. Virtue ethics. 2.        Pengambilan keputusan beretika i.          Kerangka pengambilan keputusan beretika. ii.        Stakeholder impact analysis.   Kasus: Ford Pinto (Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics for Directors, Executives and Accountants,  South-Western College Publishing, 6th edition)   BD Ch. 3 & Ch. 4. Bazermanet al (2002).
3 Lingkungan etika dan akuntansi. 1.        Praktik-praktik bisnis tidak beretika. 2.        Tuntutan masyarakat terhadap bisnis. 3.        Inisiatif untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan.   Kasus: Enron (Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics for Directors, Executives and Accountants,  South-Western College Publishing, 6th edition)        BD, Ch. 1.        Video: The Corporation.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
4 Etika akuntan profesional. 1.        Kode Etik Akuntan Profesional 2.        IFAC Code of Ethics (Part A. General Application of Code dan Part C. Professional Accountants in Business)   Kasus: Arthur Andersen (Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional   Ethics for        Directors, Executives and Accountants,  South-Western College Publishing, 6th edition)       BD, Ch. 2. IAI. IFAC (2013). Jensen (2009).
5 Etika akuntan profesional. 1.        Kode etik profesi akuntan publik 2.        IFAC Code of Ethics ((Part B. Professional Accountants in Public Practice (Overview))   Kasus: Worldcom (Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics for Directors, Executives and Accountants,  South-Western College Publishing, 6th edition)      BPK. BPKP. IAPI. IFAC (2013). CCAB.
6 Iklim etika dan integritas organisasi 1.        Mengelola organisasi yang berintegritas (managing for organizational integrity). 2.        Menciptakan struktur korporasi yang beretika (creating ethical corporate structure).   Kasus: Infosys (Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics for Directors, Executives and Accountants,  South-Western College Publishing, 6th edition)          BD, Ch 1 & Ch. 5.         HBR (2011).
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
7 Alasan diperlukan tata kelola yang baik dan etika bisnis 1.        Teori keagenan. i.         Hubungan prinsipal dan agen. 1.         Pemegang         saham dan manajemen. 2.         Pemegang saham publik dan pemegang saham pengendali. 3.         Kreditur dan manajemen. 4.         Pemangku kepentingan lainnya dan manajemen. ii.       Pemicu konflik kepentingan dan masalah keagenan yang timbul (informasi asimetri dan perilaku self-interest). 2.        Peran tata kelola dan tata kelola bisnis untuk mengatasi konflik kepentingan.   Definisi dan prinsip dasar tata kelola 1.        Transparansi. 2.        Akuntabilitas. 3.        Responsibilitas. 4.        Independensi. 5.        Kewajaran (fairness).   Tinjauan struktur tata kelola di Indonesia 1.        Perbandingan struktur satu dewan dan dua dewan. 2.        Organ korporat: RUPS, dewan komisaris dan direksi. 3.        Hubungan antar organ.   Prinsip-prinsip tata kelola menurut OECD   Manfaat tata kelola bagi korporat dan lingkungan 1.        Kinerja keuangan dan keunggulan kompetitif. 2.        Nilai perusahaan.           ZR, Ch. 1, 2.           KNKG: Bab 1 & 2.           OECD: Overview.           WB:     Executive Summary, Landscape, Commitment and Enforcement.  ASEAN CG Scorecard: Introduction.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
3. Manfaat bagi pemangku kepentingan.   Overview regulasi dan pedoman tata kelola di Indonesia   Instrumen penilaian dan bukti empiris terhadap praktek tata kelola di Indonesia dan ASEAN 1.        Penilaian tata kelola korporat Indonesia oleh Bank Dunia. 2.        Penilaian berdasarkan ASEAN CG Scorecard dari ASEAN Capital Market Forum.   Kasus: Implementasi GCG dan kode etik dan perilaku di PT Bank Mandiri Tbk.
8 Prinsip perlindungan terhadap hak pemegang saham 1.        Hak-hak dasar pemegang saham. 2.        Keputusan material yang memerlukan persetujuan RUPS. 3.        RUPS, Penyelenggaran RUPS yang transparan, wajar, dan akuntabel. 4.        Pengungkapan struktur kepemilikan, termasuk kepemilikan piramid, cashflow right, control right, dan hubungannya dengan insentif untuk ekspropriasi. 5.        Peran investor institusi. 6.        Peran akuntan profesional dalam memfasilitasi pelaksanaan hak pemegang saham.   Presentasi kelompok: Penilaian praktek OECD CG prinsip 2 di PT Aneka Tambang Tbk.            OECD Principle 2.          KNKG:             Pemegang Saham.  WB: Key findings – shareholders rights (terkait prinsip 2), related recommendation and annex.          ASEAN CG Scorecard: Part A          Claessens et al (2002)  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
9 Prinsip perlakuan setara terhadap pemegang saham. 1.        Kesamaan hak untuk saham dengan kelas yang sama. 2.        Persetujuan dan pengungkapan hak untuk saham dengan kelas yang berbeda.   3.        Transaksi dengan pihak berelasi/mengandung benturan kepentingan. i.          Transaksi dengan pihak berelasi yang efisien dan yang abusif ii.        Penanganan           transaksi       dengan pihak berelasi 1.    Pengungkapan 2.    Proses persetujuan 4.        Perdagangan orang dalam (insider trading) i.          Cakupan insider trading ii.        Penanganan insider trading 5.        Peran akuntan profesional dalam memfasilitasi perlakuan setara terhadap pemegang saham   Kasus: Prinsip 2 & 3 OECD - PT Sumalindo Lestari Tbk          OECD Principle 3. KNKG: Pemegang Saham. WB:     Key findings    – shareholders    rights (terkait             prinsip 3), related recommendation and annex. ASEAN CG Scorecard: Part B. OECD (2009).
10 Prinsip tanggung jawab dewan 1.        Rincian tugas dan tanggung jawab dewan komisaris yang perlu dilaksanakan. 2.        Peran dewan komisaris dan direksi dalam menegakkan standar etika. 3.        Proses nominasi anggota dewan komisaris dan direksi. 4.        Ukuran, komposisi, dan kompetensi dewan komisaris 5.        Asurans             terhadap   independensi      ZR, Ch. 4, OECD Principle 6; KNKG: Dewan Komisaris; WB:     Key findings    – Board practices             and company             oversight, related recommendation and annex; ASEAN CG Scorecard:
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
komisaris independen. 6.        Proses pelaksanaan tugas dewan komisaris dan direksi. 7.        Akuntabilitas dewan komisaris dan direksi: penilaian kinerja terhadap dewan dan anggotanya. 8.        Sistem remunerasi anggota dewan komisaris dan direksi 9.        Peran dan tanggung jawab sekretaris perusahaan. 10.    Fungsi pengawasan. 11.    Peran akuntan profesional dalam memfasilitasi tanggung jawab dewan.   Presentasi: Penilaian praktik OECD CG prinsip 3 di PT Aneka Tambang Tbk Part E (di luar Komite)
11 Komite-komite di bawah dewan komisaris. 1.        Manfaat keberadaan komite. 2.        Komite audit. a.         Tugas dan tanggung jawab. b.        Kualifikasi. c.         Komposisi. d.        Wewenang. e.         Akuntabilitas. 3.        Komite lain: Komite nominasi, komite remunerasi.   Presentasi: Penilaian praktik OECD CG prinsip 6: Tanggung jawab dewan.      ZR, Ch. 5. OECD Principle 6. KNKG: Komite Penunjang Dekom. IKAI, Manual komite audit. WB:     Key findings    – Board practices             and company             oversight (related             committees), related recommendation and annex.
ASEAN CG Scorecard: Part E yang terkait dengan Komite.
12 Pengungkapan           dan      transparansi, pengendalian internal. 1.        Kebijakan pengungkapan. 2.        Prinsip ‘comply or explain’ terhadap CG code.    ZR, Ch. 6. OECD Principle 5. WB: Key findings – Disclosure and transparency, related
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
3.        Informasi          minimal           yang   perlu diungkapkan. 4.        Pemanfaatan saluran komunikasi yang adil, tepat waktu, dan mudah diakses oleh pengguna informasi. 5.        Peran pengendalian internal dan manajemen risiko dalam mengurangi konflik keagenan dan penegakan GCG. 6.        Peran akuntan profesional dalam memastikan terlaksananya prinsip pengungkapan dan transparansi.   Kasus: Prinsip 5 dan 6 OECD: Satyam. recommendation             and annex. ASEAN CG Scorecard: Part D.
13 Peran dan tanggung jawab auditor eksternal dan internal. 1.        Asurans terhadap kualitas informasi yang diungkapkan dan sistem pengendalian internal.   2.        Audit oleh pihak independen dan kompeten. 3.        Tugas dan tanggung jawab auditor internal dan eksternal dalam penegakan GCG.   Presentasi: Penilaian praktik OECD CG prinsip 5: Pengungkapan dan transparansi.      ZR, Ch. 8, 9. KPMG, 2008. OECD Principle 5. WB:     Key findings    – Disclosure       and transparency, related recommendation             and annex. ASEAN CG Scorecard: Part D.
14 Prinsip peran pemangku kepentingan dan tanggung jawab korporat. 1.        Prinsip dan tanggung jawab korporat. 2.        Pengakuan dan respect terhadap kepentingan para pemangku kepentingan (karyawan, kreditur, konsumen, pemasok, masyarakat, pemerintah). a. Kebijakan dan program sistematik terhadap para pemangku kepentingan.     ZR, Ch. 10. OECD Principle 4. WB: Key findings – Role of stakeholders, related recommendation             and annex. ASEAN CG Scorecard: Part C.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi 
b. Fasilitasi terhadap keluhan pemangku kepentingan. 3.        Peran aktif korporat dalam memberantas korupsi.   4.        Peran aktif korporat dalam melestarikan lingkungan. 5.        Penyaluran pengaduan oleh pemangku kepentingan terhadap kemungkinan pelanggaran aturan/etika oleh orang dalam korporat. 6.        Peran akuntan profesional dalam memfasilitasi peran pemangku kepentingan.   Presentasi: Penilaian praktik CG prinsip 4 OECD: Pemangku kepentingan.
  * Pasal-pasal UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas, UU 8/1995 tentang Pasar Modal, Aturan OJK/Bapepam-LK/BEI yang terkait dengan topik bahasan termasuk dalam bahan bacaan untuk setiap pertemuan. 
Tujuan Pembelajaran (3 SKS)  
Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Menerapkan praktik-praktik akuntansi manajemen yang mutakhir dalam rangka meningkatkan nilai korporat.
  2. Mengevaluasi praktik-praktik akuntansi manajemen yang berlaku.
  3. Menerapkan praktik-praktik sistem pengendalian strategi, manajemen dan operasional dalam rangka meningkatkan nilai korporat.
  4. Mengevaluasi praktik-praktik sistem pengendalian strategi, manajemen dan operasional yang berlaku.
  Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan keterampilan teknis Ada
Pengembangan keterampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan keterampilan mengelola waktu Ada
Pengembangan keterampilan menulis Ada
Pengembangan keterampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan keterampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
                      Metode Pembelajaran   Metode pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk ceramah, diskusi kelas yang membahas topik tertentu, pembahasan kasus yang terkait dengan topik tersebut, serta presentasi kelompok. Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi kelas, sedangkan untuk pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah sebagai berikut: Sesi pertama (75 menit) merupakan diskusi kelas dan sesi kedua (75 menit) merupakan pembahasan kasus atau presentasi kelompok. Dosen akan memfasilitasi pembahasan/diskusi kasus serta presentasi kelompok. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh dosen sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahaan. Sesuai dengan etika profesi, setiap peserta harus berkontribusi dalam menyelesaikan tugas dan tidak diperkenankan melakukan free rider dan plagiarisme.   Bobot Penilaian   Bobot penilaian adalah sebagai berikut:
Kehadiran 5%
Partisipasi 25%
Presentasi kelompok 20%
Makalah kasus 30%
Makalah Evaluasi 20%
  Referensi
  • Anthony A. Atkinson, Robert S. Kaplan , Ella Mae Matsumura, S. Mark Young (2012). Management Accounting: Information for Decision Making and Strategy Execution, 6th edition. Pearson (AKEM)
  • Edward J. Blocher, David E. Stout, Gary Cokins, Kung H. Chen (2008). Cost Management: A Strategic Emphasis, 4th edition, Mc-Graw-Hill International Edition. (BSCC)
  • Jack Campanela (1999). Principles of Quality Costs: Principles, Implementation, and Use, 3rd edition, ASQ Quality Press.
  • Robin Cooper (1995). When Lean Enterprise Collide. Harvard Business School Press.
  • Don R. Hansen, Maryanne M. Mowen, Liming Guan (2009). Cost Management, 6th edition. South-Western Cengage Learning. (Hansen, Mowen & Guan)
  • Jeremy Hope and Steve Player (2012). Beyond Performance Management: Why, When and How to Use 40 Tools and Best Practices for Superior Business Performance. Harvard Business Review Press.
  • Robert S. Kaplan and Steven R. Anderson (2007). Time-Driven Activity-Based Costing: A Simpler and More Powerful Path to Higher Profits. Harvard Business School Press.
  • Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1998). Cost and Effect; Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance. Harvard Business School Press.
  • Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1999). The Design of Cost Management Systems; Text and Cases, 2nd edition, Prentice-Hall.
  • Robert S. Kaplan and Thomas H. Johnson (1987). Relevance Lost: The Rise and Fall of Management Accounting. The Free-Press.
  • Robert S. Kaplan and David P. Norton (2004). Strategy Maps; Converting Intangible Assets Into Tangible Outcomes. Harvard Business School Press.
  • Robert S. Kaplan and David P. Norton (2008). The Execution Premium; Linking Strategy to Operations for Competitive Advantage. Harvard Business School Press. (Kaplan & Norton, 2008)
  • Robert S. Kaplan and David P. Norton (2001). The Strategy Focused Organization; How Balanced Scorecard Companies Thrive in the New Business Environment. Harvard Business Press School Press. (Kaplan & Norton (2001))
  • Kumar (2008). Managing Customers for Profit; Strategies to Increase Profit and Build Loyalty. Wharton School Publishing.
  • James M. Reeve (2000). Readings and Issues in Cost Management 2nd edition. SouthWestern College Publishing.
  • John K. Shank (2006). Cases in Cost Management a strategic Emphasis, 3rd edition, Thomson-Southwetern. (Shank)
  • Robert Simons (2000). Performance Measurement and Control Systems for
Implementing Strategy. Prentice-Hall. (Simons)                     Topik-topik Bahasan   Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 3 (tiga) SKS dengan lama perkuliahan 150 menit.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1 Pendahuluan. 1.        Relevance lost. 2.        Perbedaan akuntansi biaya, akuntansi manajemen dan manajemen biaya. 3.        Mengapa sistem akuntansi manajemen dan keuangan harus dipisahkan. 4.        Empat      tahapan            sistem     akuntansi perusahaan. 5.        Different cost for different purposes. Kasus: Bridge Port (Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1999). The Design of Cost Management Systems; Text and Cases, 2nd edition, Prentice-Hall)           AKEM Ch.4           KC Ch. 1
2 Pengembangan sistem manajemen biaya. 1.        Biaya langsung dan tidak langsung. 2.        Activity based costing. 3.        Activity     based   costing             with     idle capacity. 4.        Time driven activity based costing. Kasus: John Deere Components Work (A) dan (B) (Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1999). The Design of Cost Management Systems; Text and Cases, 2nd edition, Prentice-Hall)           AKEM Ch.5           KC Ch.4&5
3 Penggunaan sistem manajemen biaya untuk efisiensi. 1.        Activity based management. 2.        Cost of quality. 3.        Just in time. 4.        Lean production and accounting. Kasus: Colorscope Inc (Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1999). The Design of AKEM Ch.7
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
Cost Management Systems; Text and Cases, 2nd edition, Prentice-Hall)
4 Penggunaan sistem manajemen biaya untuk pengambilan keputusan stratejik – pelanggan. 1.        Customer profitability analysis. 2.        Customer lifetime value.          KH Ch.7          AKEM Ch.6
5 Penggunaan sistem manajemen biaya untuk pengambilan keputusan stratejik – produk 1.        Product profitability analysis. 2.        Target costing. Kasus: Mercedes-Benz All Activity Vehicle (Anthony A. Atkinson, Robert S. Kaplan, Ella Mae Matsumura, S. Mark Young (2012). Management Accounting: Information for Decision Making and Strategy Execution, 6th edition. Pearson) AKEM Ch.8
6 Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek 1.        Relevant cost vs sunk cost. 2.        Special order, make or buy, keep or drop, product mix, TOC. Kasus: Reichard Maschinen GMBH (John K. Shank (2006). Cases in Cost Management a Strategic Emphasis, 3rd edition. Thomson-Southwetern) AKEM Ch.2
7 Penggunaan informasi akuntansi untuk perencanaan laba. 1.        Pemisahan biaya fixed dan variable untuk analisis CVP. 2.        Cost volume profit analysis. 3.        CVP under uncertainty. Kasus: Skyview Manor (John K. Shank (2006). Cases in Cost Management a Strategic Emphasis, 3rd edition. Thomson- Southwetern) AKEM Ch.2
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
8 Akuntansi manajemen lingkungan 1.        Environmental cost of quality. 2.        Triple bottom accounting. Hansen, Mowen & Guan, Ch.16
9 Landasan sistem pengendalian stratejik 1.        Four levers of control. 2.        Belief and boundary system.   Kasus: Automation Consulting Services (Robert Simons (2000). Performance Measurement and Control Systems for Implementing Strategy. Prentice-Hall) Simons Ch.1, 2 & 13
10 Proses penyusunan anggaran 1.        Penyusunan anggaran dalam lingkungan yang tidak pasti. 2.        Menghubungkan rencana            stratejik dengan anggaran perusahaan. 3.        Business forecasting. 4.        Beyond budgeting.   Kasus: Walker Company Profit Plan Decision (Robert Simons (2000). Performance Measurement and Control Systems            for        Implementing             Strategy. Prentice-Hall)          AKEM Ch.10          Simons Ch.5
11 Sistem pengendalian stratejik – penekanan pada pengendalian keuangan 1.        Responsibility center. 2.        ROI, RI, EVA. 3.        Transfer Pricing. 4.        Shared service allocation. Kasus: Western Chemical Corporation Divisional Performance Measurement (Robert Simons (2000). Performance Measurement and Control Systems for Implementing Strategy. Prentice-Hall)          AKEM Ch.11          Simons Ch.8
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
12 Sistem pengendalian stratejik terintegrasi 1.        Strategy map. 2.        Balanced scorecard.   Kasus: Chadwick (Robert Simons (2000). Performance Measurement and Control Systems            for        Implementing             Strategy. Prentice-Hall) AKEM Ch.2
13 Sistem pengendalian stratejik – proses pembangunan awareness dan keselarasan (alignment). 1.        Membangun awareness. 2.        Cascading the scorecard.   Kasus: Serono (Robert S. Kaplan and David P. Norton (2008). The Execution Premium; Linking Strategy to Operations for Competitive Advantage. Harvard Business School Press)  Kaplan & Norton (2001), Ch. 6-8  Kaplan & Norton (2008), Ch. 5-6
14 Sistem pengendalian stratejik – keterkaitan dengan sistem kompensasi   Kasus: Citibank Performance Evaluation (Robert Simons (2000). Performance Measurement and Control Systems for Implementing Strategy. Prentice-Hall) AKEM Ch.9
Tujuan Pembelajaran (3 SKS)
  Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Memahami konsep manajemen perpajakan
  2. Mengevaluasi aspek perpajakan dalam pemilihan pendanaan
  3. Mengevaluasi aspek perpajakan dan tax planning atas laba usaha dan laba lainnya dalam:
    1. Pajak Penghasilan Badan
    2. Pajak Penghasilan Pot/Put
    3. Pajak Pertambahan Nilai
  4. Memahami perpajakan internasional, transfer pricing, dan tax treaty termasuk perpajakan di ASEAN
  Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan keterampilan teknis Ada
Pengembangan keterampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan keterampilan mengelola waktu Ada
Pengembangan keterampilan menulis Ada
Pengembangan keterampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan keterampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
                    Metode Pembelajaran   Metode  pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
  1. Ceramah (active lecturing) : Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran.
  2. Diskusi kelas: Dengan difasilitasi dosen, peserta berdiskusi dengan peer-nya. Proses diskusi diawali dengan ceramah singkat dari fasilitator.
  3. Pembahasan kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan dengan dipandu dosen.
  4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian didisuksikan bersama.
Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahan.   Tugas Kelompok  
  1. Pembuatan Makalah Analisis Kasus
Setiap kelompok bertugas membuat makalah yang membahas dan mengulas kasus - kasus yang akan didiskusikan di kelas. Pembahasan dikaitkan dengan topik yang akan didiskusikan di kelas. Makalah dikumpulkan pada pertemuan yang membahas kasus tersebut.
  1. Presentasi Kelompok
Satu kelompok melakukan presentasi atas hasil analisis kasus yang telah dibuat maupun presentasi mengenai topik tertentu sesuai dengan pertemuan yang bersangkutan. Sesuai dengan etika profesi, setiap peserta harus berkontribusi dalam menyelesaikan tugas dan tidak diperkenankan melakukan free rider dan plagiarisme.                 Bobot Penilaian   Bobot penilaian adalah sebagai berikut: Kehadiran                                            5% Partisipasi                                            30% Presentasi Kelompok              35% Makalah Analisis Kasus                      30%   Referensi   Buku
  • Brian J. Arnold dan Michael J. McIntyre (2002). International Tax Primer. Kluwer Law International, 2nd (AM)
  • Erly Suandy (2011). Perencanaan Pajak. Penerbit Salemba Empat. (ES)  Imam Santoso dan Ning Rahayu. (2013). Corporate Tax Management. Ortax (IN)
  • John Hutagaol, Darussalam, Danny Septriadi (2006). Kapita Selekta Perpajakan. Salemba Empat. (JDD)
  • Mohammad Zain (2007). Manajemen Perpajakan, Penerbit Salemba Empat. (MZ)
  • Prianto Budi S. (2013). Manajemen Pajak: Sebuah Pendekatan Komprehensif Empirik dan Praktis, Pratama Indomitra Konsultan. (PBS)
  • Rachmanto Surachmat (2012). Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda, Penerbit Salemba Empat. (RS)
  • Roy Rohtagi (2002) Basic International Taxation, Kluwer Law International. (RR)
  • Thomas Sumarsan. (2013).Tax Review dan Strategi Perencanaan Pajak, IDEKS. (TS)
  Website www.pajak.go.id www.ortax.org Topik-topik Bahasan   Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 3 (tiga) SKS dengan lama perkuliahan 150 menit.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1 Overview KUP UU KUP dan Peraturan Pelaksanaannya (PP)
2 Overview PPh UU    PPh      dan      Peraturan Pelaksanaannya (PP)
3 Overview PPN UU PPN dan Peraturan Pelaksanaannya (PP)
4 Pengertian dasar manajemen pajak. 1.        Manajemen pajak dan tax planning. 2.        Tax evasion versus tax avoidance. 3.        Anti tax avoidance measures.     UU & PP JDD, Artikel 13& 17 AM, Ch. 5 RR, Ch. 6
IN (Bab 1)
5 Pemilihan sumber pembiayaan (bagian 1) 1.        Dampak dari menahan laba (pendanaan internal). 2.        Dampak dari pendanaan melalui modal (equity financing) dan distribusi laba (distributing dividend). 3.        Dampak dari pendanaan melalui utang (debt financing) terutama oleh pemegang sahamnya.        UU& PP AM, Ch. 1 RR, Ch. 7
6 Pemilihan sumber pembiayaan (bagian 2) 1.        Factoringand leasing. 2.        Hybrid financial instruments.   Kasus: Sumber pembiayaan    UU& PP AM, Ch. 1 RR, Ch. 7
7 Tax planning dan pengendalian atas penghasilan usaha dan penghasilan lainnya. 1.        Tax planning pengelompokkan jenis penghasilan untuk menghitung angsuran masa PPh Pasal 25. 2.        Foreign exchange revenue. 3.        Rekonsiliasi       peredaran        usaha   dan        UU& PP PBS NI (Bab 3) MZ (Bab 5) TS (Bab 3)
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
penghasilan lainnya dengan DPP PPN Keluaran dan DPP PPh yang dipotong/dipungut. 4.        Berbagai pengujian untuk menguji kebenaran perhitungan peredaran usaha. 5.        Pengendalian atas bea keluar (pajak ekspor) atas penjualan ekspor yang terutang bea keluar.
8 Tax planning dan pengendalian atas unsurunsur beban pokok penjualan dan pengurang penghasilan bruto. 1.        Foreign exchange loss. 2.        Capital expenditure versus revenue expenditure. 3.        Pemilihan metode persediaan. 4.        Pemilihan metode penyusutan. 5.        Menyiasati SE-46/PJ.4/1995 6.        Cadangan kerugian piutang tak tertagih. 7.        Biaya entertainment. 8.        Persyaratan-persyaratan beban promosi sesuai peraturan perpajakan. 9.        Berbagai pengujian untuk menguji kebenaran beban pokok penjualan. 10.    Ekualisasi beban pokok penjualan dan beban operasional dengan DPP PPN Masukan.         UU& PP ES (Bab 2,4,9) PBS TS (Bab 5, 12)
9 Tax planning dan pengendalian atas PPh Pasal 21. 1.        Kompensasi karyawan: tunai versus natura. 2.        Gross method, net method, dan grossup method. 3.        Konsep taxable dan deductible terkait dengan unsur-unsur biaya karyawan. 4.        Rekonsiliasi objek pph pasal 21 dengan unsur-unsur biaya karyawan: §   Beda waktu. §   Beda tetap.          UU& PP IN (Bab 4) PBS
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
10 Tax unsu 21) 1. 2.   Kasu planning dan pengendalian atas unsur- r objek withholding tax (selain PPh Ps. Identifikasi      atas      objek-objek withholding tax. Rekonsiliasi SPT masing-masing withholding tax dengan biaya-biaya yang terkait dengan objek withholding tax. s: Tax review PPh Pot/Put          UU IN (Bab 4) PBS
11 Tax planning dan pengendalian atas Pajak Pertambahan Nilai 1.        Kapan seharusnya mendaftar sebagai PKP? 2.        Pengendalian atas faktur pajak keluaran maupun faktur pajak masukan agar memenuhi syarat formil dan materil. 3.        Tax planning pemilihan tempat pajak terutang. 4.        Strategi menghadapi temuan pemeriksa tentang konfirmasi PPN yang dinyatakan ”tidak ada”. 5.        Rekonsiliasi DPP PPN dengan peredaran usaha dalam SPT PPh Badan. Kasus: Tax planning atas PPN           UU& PP IN (Bab 5) TS (Bab 9) PBS
12 Tax    planning          dalam pemanfaatan           tax incentives 1.        Fasilitas PPh atas industri tertentu dan wilayah tertentu. 2.        Beragam fasilitas PPN dan bea masuk. 3.        Strategi memanfaatkan  seluruh fasilitas perpajakan yang ada.   Kasus: Pemanfaatan tax incentive.           UU& PP ES (ab 2) PBS TS (Bab 12)
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
13 Konsep dasar pajak internasional 1.        Konsep dasar perpajakan internasional. 2.        Konsep juridical versus economic double taxation. 3.        Konsep anti-tax avoidance. 4.        Pengertian dan tujuan penghindaran pajak berganda (P3B). 5.        Transfer pricing.   Kasus: Pemanfaatan tax treaty.          AM (Bab 1)          RCH  
14 Muatan lokal. 1.        Tax planning atas struktur inbound investment. 2.        Perpajakan atas industri tertentu. 3.        Pajak daerah. 4.        Lainnya. (Disesuaikan dengan            kebutuhan            dari masing-masing Program).
 
Tujuan Pembelajaran (3 SKS)
  Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Menerapkan penilaian bisnis (business valuation).
  2. Menilai rencana dan proses merjer dan akuisisi sebagai alternatif strategi pertumbuhan.
  3. Mengevaluasi strategi keuangan dalam restrukturisasi dan reorganisasi perusahaan.
  4. Mengevaluasi praktik manajemen tresuri dan modal kerja.
  5. Mengevaluasi penggunaan produk-produk derivatif.
  6. Mengevaluasi praktik manajemen risiko.
  7. Mengevaluasi strategi pendanaan.
  8. Mengevaluasi strategi keuangan internasional perusahaan.
  Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan keterampilan teknis Ada
Pengembangan keterampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan keterampilan mengelola waktu Ada
Pengembangan keterampilan menulis Ada
Pengembangan keterampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan keterampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
    Metode Pembelajaran   Metode pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk ceramah, diskusi kelas yang membahas topik tertentu, pembahasan kasus yang terkait dengan topik tersebut, serta presentasi kelompok. Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi kelas, sedangkan untuk pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah sebagai berikut: Sesi pertama (75 menit) merupakan diskusi kelas dan sesi kedua (75 menit) merupakan pembahasan kasus atau presentasi kelompok. Dosen akan memfasilitasi pembahasan/diskusi kasus serta presentasi kelompok. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh dosen sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahaan.   Tugas Kelompok
  1. Pembuatan Makalah Analisis Kasus.
Setiap kelompok bertugas membuat makalah yang membahas dan mengulas kasus - kasus yang akan didiskusikan di kelas. Pembahasan dikaitkan dengan topik yang akan didiskusikan di kelas. Makalah dikumpulkan pada pertemuan yang membahas kasus tersebut.
  1. Presentasi Kelompok.
Pada pertemuan ke-3, 4, 5, 10, 11 dan 14  satu kelompok melakukan presentasi atas hasil analisis kasus yang telah dibuat.   Bobot Penilaian   Bobot penilaian adalah sebagai berikut: Kehadiran                                            5% Partisipasi                                            35% Presentasi kelompok                20% Makalah kasus                                     40%                 Referensi  
  • Arnold, (2008). Corporate Financial Management 4th edition. Prentice Hall. (GA)
  • A. Brealey, S. C. Myers, F. Allen (2006). Corporate Finance8th edition. McGrawHill Irwin. (BMA)
  • F. Brigham and M. C. Ehrhardt (2005). Financial Management: Theory and Practice11th edition. South-Western. (BE)
  • F Bruner (2010). Case Studies in Finance. McGraw-Hill, 6th edition. (BRF)
  • Eiteman, D. K., A. I. Stonehill, M. H. Moffett (2010). Multinational Business Finance 12th edition. Pearson. (ESM)
  • A. Ross , R. W. Westerfield, J. Jaffe, B. D. Jordan (2008). Modern Financial Management 8th edition. McGraw-Hill Irwin. (RWJ)
  • Titman, A. J. Keown, J. D. Martin (2011). Financial Management: Principles and Applications 11th edition. Pearson. (TKM)
                                      Topik-topik Bahasan                Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 3 (tiga) SKS dengan lama perkuliahan 150 menit.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1 Pengelolaan nilai perusahaan. 1.        Penciptaan           dan      penurunan     nilai perusahaan. 2.        Tujuan perusahaan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. 3.        Tiga langkah dalam  meningkatkan nilai perusahaan. 4.        Manajemen berbasis laba. 5.        Bagaimana bisnis menciptakan nilai.  Strategi dan nilai perusahaan. 1.        Pendahuluan-aplikasi prinsip nilai. 2.        Tujuan perusahaan. 3.        Manajemen unit bisnis stratejik. 4.        Strategi korporat. 5.        Target dan motivasi. GA Ch. 15-16  
2 Perhitungan penciptaan nilai 1.        Pengukuran nilai dengan menggunakan arus kas. 2.        Analisis nilai pemegang saham. 3.        Laba ekonomi. 4.        Economic value added (EVA®) 5.        Tingkat imbal hasil arus kas atas investasi/cash flow return on investment (CFROI) GA Ch. 17
3 Pengukuran     kinerja perusahaan keseluruhan. 1.        Total shareholder return (TSR). 2.        Wealth added index (WAI). 3.        Market value added (MVA). 4.        Excess return (ER). 5.        Market to book ratio (MBR). Kasus: Flinder Valves and Control Inc. GA Ch. 18    
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
(Bruner, R. F., Case Studies in Finance, 6th ed., McGraw-Hill, 2010, Case 46)
4 Merjer, Akuisisi, dan Divestasi 1.        Bentuk dasar akuisisi. 2.        Sinergi. 3.        Sumber sinergi. 4.        Efek         samping           akuisisi     terhadap keuangan. 5.        Biaya pemegang saham atas berkurangnya risiko. 6.        NPV dari suatu merjer. 7.        Pengambilalihan perusahaan (friendly versus hostile takeovers). 8.        Taktik defensif. 9.        Apakah    merjer memberikan     nilai tambah? 10.    Dampak perpajakan dari  akuisisi. 11.    Akuntansi untuk akuisisi. 12.    Going private dan leverage buyout. 13.    Divestasi. Kasus: The Timken Company (Bruner, R. F., Case Studies in Finance, 6th ed., McGraw-Hill, 2010, Case 43) RWJ Ch. 29
5 Kesulitan keuangan 1.        Apakah financial distress? 2.        Apa yang terjadi ketika perusahaan mengalami financial distress? 3.        Kebangkrutan,     likuidasi,          dan reorganisasi. 4.        Mana yang lebih baik: Private workout atau kepailitan? 5.        Prepackaged bankruptcy. 6.        Prediksi kebangkrutan perusahaan: Model Z-Score. Kasus: The Wm. Wringley Jr. Company: struktur modal, valuasi, dan biaya modal (Bruner, R. F., Case Studies in Finance, 6th ed., McGraw-Hill, 2010, Case 34) RWJ Ch. 30  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
6 Manajemen tresuri dan modal kerja. 1.        Menelusuri kas dan modal kerja bersih. 2.        Siklus operasi dan siklus kas. 3.        Beberapa aspek kebijakan keuangan jangka pendek. 4.        Rencana keuangan jangka pendek. 5.        Investasi idle cash. 6.        Penentuan target saldo kas. 7.        Pengelolaan utang dagang dan piutang dagang. 8.        Manajemen persediaan RWJ Ch. 26-28    
7 Opsi dan manajemen keuangan. 1.        Opsi. 2.        Call options. 3.        Put options. 4.        Kombinasi opsi. 5.        Penilaian opsi. 6.        Rumus harga opsi. 7.        Saham dan utang sebagai opsi. 8.        Aplikasi   opsi      pada    keputusan perusahaan. 9.        Opsi dan investasi proyek. 10.    Executive stock options. 11.    Menilai perusahaan yang baru berdiri. 12.    Analisis lanjutan model binomial. 13.    Keputusan untuk menghentikan dan melanjutkan kembali. RWJ Ch. 22-23  
8 Warrants dan convertibles. 1.        Warrants. 2.        Perbedaan antara warrants dan call options. 3.        Penilaian warrants dan model blackscholes. 4.        Convertible bonds. 5.        Nilai convertible bonds. 6.        Alasan     menerbitkan    warrants     dan convertibles. 7.        Mengapa perusahaan      menerbitkan RWJ Ch. 24
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
warrants dan convertibles? 8. Kebijakan konversi
9 Derivatif dan lindung nilai risiko. 1.        Derivatif, lindung nilai, dan risiko. 2.        Forward contracts. 3.        Future contracts. 4.        Lindung nilai. 5.        Interest rate future contracts. 6.        Lindung nilai duration. 7.        Swap contracts. 8.        Penggunaan derivatif. RWJ Ch. 25
10 Manajemen risiko perusahaan. 1.        Lima langkah proses manajemen risiko korporat. 2.        Pengelolaan risiko dengan kontrak asuransi. 3.        Pengelolaan risiko dengan  lindung nilai forward contract. 4.        Pengelolaan risiko dengan lindung nilai instrumen keuangan derivatif yang diperdagangkan. 5.        Penilaian opsi dan swaps.   Kasus: Baker Adhesives (Bruner, R. F., Case Studies in Finance, 6th ed., McGraw-Hill, 2010, Case 37) TKM Ch. 20  
11 Strategi pendanaan 1.        Karakteristik saham biasa dan saham preferen. 2.        Utang jangka panjang. 3.        Jenis-jenis obligasi. 4.        Kredit sindikasi jangka panjang. 5.        Obligasi internasional. 6.        Pola pembiayaan. 7.        Perkembangan terkini struktur modal.   RWJ Ch. 15  
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
Kasus: Prius Automation Division (Bruner, R. F., Case Studies in Finance, 6th ed., McGraw-Hill, 2010, Case 39)
12 Teori dan pasar valuta asing. 1.          Perluasan geografis pasar valuta asing. 2.          Fungsi pasar valuta asing. 3.          Pelaku pasar. 4.          Transaksi pasar valuta asing antarbank. 5.          Nilai tukar valuta asing dan harga penawaran. Kondisi paritas internasional. 1.          Harga dan nilai tukar. 2.          Suku bunga dan nilai tukar. 3.          Forward rate sebagai prediktor tidak bias dari future spot rate. 4.          Harga, suku bunga, dan keseimbangan nilai tukar. ESM Ch. 6-7
13 Penentuan dan peramalan nilai tukar 1.        Penentuan            nilai     tukar:     Theoritical thread. 2.        Pendekatan aset pasar untuk peramalan nilai tukar. 3.        Ketidakseimbangan:        nilai     tukar     di negara berkembang. Transaction exposure 1.        Jenis-jenis exposure valuta asing. 2.        Mengapa lindungi nilai? 3.        Pengukuran transaction exposure. 4.        Transaction exposure dan pengelolaan utang dagang. 5.        Praktik manajemen risiko. ESM Ch.10-11
14 Operating exposure 1.        Karakteristik operating exposure. 2.        Manajemen          stratejik     operating exposure. 3.        Manajemen          proaktif     operating ESM Ch.12
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
exposure. 4. Pendekatan kontraktual: lindung nilai terhadap transaksi yang tidak dapat dilindungi.   Translation exposure 1.        Pendahuluan translation exposure. 2.        Metode translasi. 3.        Perbandingan translation exposure dan operating exposure. 4.        Pengelolaan translation exposure. .   Kasus: Carrefour S.A (Bruner, R. F., Case Studies in Finance, 6th ed., McGraw-Hill, 2010, Case 38)
Tujuan Pembelajaran (3 SKS)
  Tujuan yang ingin dicapai dari mata ajaran  ini adalah agar peserta didik memiliki kompetensi sebagai berikut:
  1. Memahami pengendalian internal dan hubungannya dengan manajemen risiko serta corporate governance.
  2. Memahami prinsip pengendalian internal masing-masing proses bisnis.
  3. Memahami proses bisnis yang umum dalam sistem infomasi.
  4. Menerapkan keahlian menggunakan alat perancangan sistem untuk mendeskripsikan sebuah sistem informasi.
  5. Mengevaluasi sistem informasi dan pengendalian internal berbasis teknologi informasi dalam menghasilkan sistem pelaporan oerusahaan yang relevan dan andal.
  6. Mengidentifikasi dan mengkomunikasikan risiko pengendalian dan konsekuensinya untuk membuat rekomendasi.
  7. Mengetahui penerapan pengendalian internal dalam praktik di dunia usaha saat ini.
  Tujuan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian (soft-skill) adalah:
Deskripsi
Pengembangan keterampilan teknis Ada
Pengembangan keterampilan analitikal dan integratif Ada
Pengembangan keterampilan mengelola waktu Ada
Pengembangan keterampilan menulis Ada
Pengembangan keterampilan komunikasi (communication skill) Ada
Pengembangan keterampilan kerjasama kelompok Ada
Pengembangan kepemimpinan Ada
          Metode Pembelajaran Metode  pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
  1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran.
  2. Diskusi kelas: Dengan difasilitasi dosen, peserta berdiskusi dengan peer-nya. Proses diskusi diawali dengan ceramah singkat dari fasilitator.
  3. Pembahasan kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan dengan dipandu dosen.
  4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian didisuksikan bersama.
Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi kelas, sedangkan untuk pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah sebagai berikut: Sesi pertama (75 menit) merupakan ceramah dan diskusi kelas dan sesi kedua (75 menit) merupakan pembahasan kasus atau presentasi kelompok serta diskusi kelas. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta diharapkan mencari bahan bacaan tambahan yang relevan. Agar diskusi berjalan dengan efektif maka peserta harus sudah mempelajari bahan bacaan sebelum perkuliahan.   Tugas Kelompok
  1. Pembuatan Makalah Analisis Kasus
Setiap kelompok bertugas membuat makalah yang membahas dan mengulas kasuskasus yang akan didiskusikan di kelas. Pembahasan dikaitkan dengan topik yang akan didiskusikan di kelas. Makalah dikumpulkan pada pertemuan yang membahas kasus tersebut.
  1. Presentasi Kelompok
Pada pertemuan ke-9 dan 14,  satu kelompok melakukan presentasi atas hasil analisis kasus yang telah dibuat. Sesuai dengan etika profesi, setiap peserta harus berkontribusi dalam menyelesaikan tugas dan tidak diperkenankan melakukan free rider dan plagiarisme. Setiap kelompok beranggotakan maksimal 3 peserta.         Bobot Penilaian   Bobot penilaian adalah sebagai berikut: Kehadiran                                            5% Partisipasi                                            35% Presentasi Kelompok              20% Makalah Analisis Kasus                      40%   Referensi  
  • B. Romneyand P.J.Steinbart (2012).Accounting Information Systems12thedition Prentice Hall. (RS)
  • Turban and LindaVolonino (2010).Information Technologyfor Management: Transforming Organizations in the Digital Economy7thedition. John Wiley & Sons. (TLMW)
  • W.Wilkinson, M.J. Cerullo, Vasant Raval, Bernard Wong-On-Wing (2000). Accounting Information Systems: Essential Concepts and Applications4thedition. John Wiley & Sons. (WLKS)
  • American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).Executive Information System. (EIS)
  • Committee of Sponsoring Organizations (COSO).Enterprise Risk Management – Integrated Framework. Sep 2004. (ERM-IF)
  • Committee of Sponsoring Organizations (COSO).ERM Risk Assessment in Practice. Oct 2012. (ERM)
  • Committee of Sponsoring Organizations (COSO).Internal Control – Integrated Framework. May 2013. (IC-IF)
  • Committee of Sponsoring Organizations (COSO).Internal Control over External Financial Reporting: A Compendium of Approaches and Examples. Sept 2012. (ICOFR)
  • Information Systems Audit and Control Association (ISACA).COBIT 5: A Business Framework for the Governance and Management of Enterprise IT. 2012 (COBIT 5)
  • Information Systems Audit and Control Association (ISACA). Manager’s Guide to Enterprise Resource Planning Systems. 2001Vol.4. (ERP)
    Topik-topik Bahasan Total pertemuan untuk 1 (satu) semester perkuliahan adalah 14 kali pertemuan. Setiap sesi berbobot 3 (tiga) SKS dengan lama perkuliahan 150  menit.
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
1 Sekilas mengenai sistem informasi 1.        Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi. 2.        Tipe sistem informasi dan hubungan antara: sistem informasi manajemen (MIS), sistem informasi akuntansi (AIS) dan sistem informasi eksekutif (EIS). 3.        Hubungan antara pengendalian internal, manajemen risiko, corporate governance dan IT governance. 4.        Letak sistem informasi dan pengendalian internal dalam struktur organisasi. 5.        Komponen dalam sistem informasi: people, prosedur, data, software, infrastruktur teknologi informasi, pengendalian internal. 6.        Peran profesi akuntan dalam kaitannya dengan sistem informasi.           RS, Ch.1           WLKS, Ch.1
2 Sistem informasi eksekutif 1.        Elemen sistem informasi eksekutif: database, presentation features, other decision-support activities, application development feature, typical installation configurations. 2.        Keuntungan dan keterbatasan sistem informasi eksekutif 3.        Proses bisnis yang dipengaruhi oleh sistem informasi eksekutif: i.          Organisasi data dan akses. ii.        Sistem pelaporan manajemen. iii.      Pengembangan         software perusahaan. AICPA: EIS
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
iv.      Software     dan      hardware pendukung. v.        Computer system downsizing and rightsizing
3 Peran teknologi informasi dalam mendukung sistem informasi. 1.        Empat langkah dalam siklus pemrosesan data. 2.        Prosedur dan dokumen yang digunakan untuk pengumpulan dan pemrosesan data. 3.        Tipe informasi yang disimpan dalam sistem informasi berbasis teknologi informasi. 4.        Perkembangan teknologi informasi dan keuntungan penggunaan teknologi informasi.     RS, Ch.2 WLKS, Ch. 3
4 Peran teknologi informasi dalam mendukung sistem informasi. 1.        Sistem enterprise resource planning (ERP) dan modul. 2.        Vendor sistem ERP. 3.        Keuntungan dan tantangan dalam penerapan sistem ERP. 4.        Perencanaan dan keputusan implementasi ERP.     RS, Ch.2 WLKS, Ch. 3 TLMW, Ch. 10 ISACA: ERP
5 Sistem informasi dan pengendalian internal. 1.        Konsep dasar pengendalian internal. 2.        Mengapa pengendalian berbasis teknologi informasi dan keamanan sistem diperlukan. 3.        Membandingkan kerangka pengendalian internal: i.          COSO internal control integrated framework ii.        COSO enterprise risk management iii. COBIT. 4.        Elemen utama dalam lingkungan        RS, Ch. 7        COSO: IC-IF        COSO: ERM Executive Summary        COSO: ERM        ISACA: COBIT 5
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
internal (internal environment). 5.        Empat tipe tujuan pengendalian yang perlu ditetapkan (objective setting). 6.        Identifikasi        kejadian           (event identification). 7.        Penilaian risiko (risk assessment). 8.        Risk response. 9.        Aktivitas pengendalian. 10.    Informasi dan komunikasi.
6 Sistem informasi dan pengendalian internal. 1.        Pengendalian sistem informasi. 2.        Pengendalian preventif, detektif dan korektif. 3.        Pengendalian umum dan aplikasi. 4.        Kerahasiaan dan privasi. 5.        Integritas dan keandalan pemrosesan. 6.        Authorization/access control     RS, Ch.8, 9, 10 COSO: IC-IF
7 Audit atas sistem informasi berbasis teknologi informasi. 1.        Tujuan audit sistem informasi dan pendekatan yang digunakan. 2.        Evaluasi pengendalian internal dalam sistem informasi. 3.        Penggunaan software computer audit dan perannya dalam menunjang audit sistem informasi.   RS, Ch. 11 WLKS, Ch. 10
8 Siklus proses bisnis 1.        Review atas proses bisnis utama dalam perusahaan manufaktur: i.          Pembelian dan pengeluaran kas. ii.        Produksi. iii.      Penjualan dan penerimaan kas. 2.        Mengidentifikasi major threat dalam aktivitas bisnis di atas dan mengevaluasi kecukupan pengendalian internal.            RS, Ch.12, 13, 14  WLKS, Ch.12, 13
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
9 Pembahasan kasus Kasus: Mengidentifikasi kelemahan dari narasi suatu siklus akuntansi dan memberikan rekomendasi pengendalian yang disarankan.
10 Siklus proses bisnis pendukung: manajemen sumber daya manusia dan siklus penggajian. 1.        Mengidentifikasi aktivitas bisnis utama dan pemrosesan informasi dalam manajemen sumber daya manusia dan siklus penggajian. 2.        Mengidentifikasi major threat dalam aktivitas penggajian dan mengevaluasi kecukupan pengendalian internal. RS, Ch.15
11 Siklus proses bisnis pendukung: buku besar (general ledger) dan siklus pelaporan. 1.        Mengidentifikasi major threat dalam aktivitas pelaporan dan mengevaluasi kecukupan pengendalian internal. 2.        Memahami dampak pengembangan TI seperti XBRL dan perubahan requirement dalam pelaporan kepihak eksternal terhadap desain buku besar dan sistem pelaporan.          RS, Ch.16          WLKS, Ch. 11
12 Internal control over financial reporting: implementasi dan desain ICoFR. 1.        Definisi ICoFR. 2.        Inherent limitation dari ICoFR. 3.        COSO Integrated Framework. 4.        Entity level control (ELC) and transactional level control (TLC). 5.        Siklus dalam desain dan implementasi ICoFR. COSO: ICOFR
13 Internal control over financial reporting: evaluasi dan pelaporan ICoFR. 1. Terminologi dalam mengevaluasi control deficiency. COSO: ICOFR
Pertemuan Topik Bahasan Referensi
2.        Kerangka dalam mengevaluasi control exception dan deficiency. 3.        Menarik kesimpulan akhir atas keefektifan ICoFR. 4.        Bagaimana mengkomunikasikan laporan ICoFR. 5.        Pendokumentasian laporan ICoFR.
14 Pembahasan kasus. Kasus 2: Pembahasan siklus dalam industri jasa keuangan.